Home » » STIE BIMA, HARAPAN DITENGAH KENYATAAN

STIE BIMA, HARAPAN DITENGAH KENYATAAN

Bahtiar

‘Kado Kata’ Dalam “DIES NATALIS STIE BIMA KE-X”
Oleh : Bahtiar*

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima adalah Institusi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berdiri sejak tahun 2002 dengan SK Mendiknas RI Nomor : 44/D/T/2002 dan Ijin Operasional Dikti Nomor : 142/D/T/2006 yang kini telah berubah status menjadi Akreditasi Nasional. Pada tahun ini STIE Bima akan merayakan satu Dasarwarsa membangun para Ekonom Bima.
Jika ditilik dari tapak jejak perjalanan menjelang Satu dasarwarsa ini, sesungguhnya masih sangat muda bila dibanding dengan beberapa PTS lain yang ada di Bima. Namun sepanjang perjalanannya, upaya-upaya nyata yang sedang dan telah dilakukan adalah berusaha mewujudkan cita-cita dan visi-nya. Antara lain pembangunan gedung, kelas-ruang perkuliahan, sarana, fasilitas Laboratorium computer dan perpustakaan serta penambahan literature-literatur untuk kelengkapan referensi-referensi mahasiswa.

Dalam pencapaian cita-cita pendidikan di STIE Bima tidak kalah saing dalam menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang kompeten, integrity, dan kapable dengan tujuan menyiapkan Potensi Sumber Daya Manusia yang andal dan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja yang professional, baik di instansi pemerintahan maupun di beberapa perusahaan swasta.
STIE Bima memiliki mahasiswa yang berbakat di beberapa bidang, bidang olahraga, dan bidang Entertain musical yang selalu meraih penghargaan dan mendapat juara di beberapa ajang perlombaan. Tidak kalah star, di Tingkat Nasional STIE Bima melalui Mahasiswa yang menempa dirinya matang, turut berperan dalam beberapa Seminar Nasional, Dialog Ekonomi Nasional, dan Latihan Kepemimpinan Nasional yang di adakan oleh berbagai Universitas ternama di Indonesia. Beberapa mahasiswa STIE Bima yang di delegasikan selalu proaktif dalam menyampaikan argumentasi, gagasan, pemikiran, serta pandangan-pandangan untuk solusi di tengah krisis panjang yang melanda bangsa.
Dalam Program pemerintah Pusat kementrian Pemuda dan Olahraga melalui deputi pemberdayaan pemuda, Mahasiswa STIE Bima pun terpilih dalam proses seleksi ketat untuk menjadi peserta Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda Antar Propinsi (BPAP). Dalam kegiatan Pendidikan Kesadaran Bela Negara Tingkat Nasional yang baru-baru di adakan Oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan, melalui KODAM V Brawijaya, pun tidak mengikut sertakan Mahasiswanya. Dan yang paling membanggakan ketika dianugerahkan sebagai Satu-satunya peserta yang di Utus dari Propinsi NTB dan mampu membawa nama baik Propinsi NTB. Hal itu karena berhasil masuk dalam 10 besar peserta terbaik dengan jumlah peserta 85 orang dari 33 Propinsi. Semua ini adalah upaya dengan niat yang baik, untuk penjabaran dan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diterapkan di STIE Bima.
Pencapaian-pencapaian di atas merupakan sebuah wujud nyata, prestasi-prestasi yang menjadi icon kebanggaan buat civitas akademika STIE Bima. Suatu pencapaian-pencapaian yang penting untuk mnjadi jembatan harapan yang terang menuju kepada sebuah prestasi-prestasi yang lebih besar lagi, menjadi salah Intitusi Perguruan Tinggi yang memiliki posisi penting dalam pembangunan manusia (human development), pembangunan ekonomi demi kemajuan daerah, bangsa dan Negara serta humman responsibility.
Seperti yang kita ketahui, perkembangan dan perubahan yang begitu cepat sedang terjadi di dunia dewasa ini. Arus percepatan informasi dan transportasi telah merambah dan mempengaruhi di segala bidang. Perkembangan dan perubahan yang terjadi adalah di sebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimotori dan bermula dari Perguruan Tinggi.
Jika dilihat dari fungsi dan tugas dari Perguruan Tinggi (PT) merupakan lembaga atau badan yang menciptkan Sumber Daya Manusia yang andal yang juga turut bertanggung jawab terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang di butuhkan oleh daerah, bangsa dan Negara. Dewasa ini dunia pendidikan di tuntut untuk selalu banyak melakukan perubahan, menuju perubahan pendidikan yang lebih maju dan brekualitas.
Persepsi merupakan kekuatan yang menggiring kita kepada sikap dan perilaku. Jika perubahan di persepsikan sesuatu yang menakutkan. Kita akan cenderung menolaknya. Jika perubahan kita anggap sebagai sebuah peluang maka kita akan bersikap proaktif. Perubahan memang bisa menimbulkan kecemasan bahkan kepanikan. Namun keterlambatan dalam merespon perubahan bisa menjadi kehancuranErnest C. Wilson.
Dalam kesempatan ini, lewat tulisan sederhana ini, tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa bangga penulis kepada seluruh jajaran Stakeholder STIE Bima serta teman-teman mahasiswa yang menempa diri dalam lingkungan Kampus STIE tercinta. Di moment “Dies Natalis” Yang ke-X  dalam usia yang beranjak ke 10 tahun ini, penulis mencoba me-review pembaharuan yang terjadi, banyak yang telah kita lakukan, yang tidak sedikit menguras tenaga dan pemikiran, banyak juga yang telah kita capai. Tetapi, ketika kita melihat ke depan, terasa sekali masih banyak kekurangan, kelemahan, serta kekosongan dalam diri kita. Tidak ada yang salah dengan lingkungan yang sudah tertata, namun, manakala dunia sedang berubah, menjadi lebih kompetitif, dinamis. Kita semua harus lebih cepat melakukan penyesuaian, perubahan harus cepat di respons dengan baik.
Di dunia pendidikan yang modern ini, untuk penyesuaian dan lebih kompetitif, banyak yang perlu kita lakukan untuk memenuhi kekurangan, membenah kelemahan, serta mengisi kekosongan-kekosongan yang ada. Bukan saja mengartikan kondisi dan keadaan, namun perlu pula membangun pemahaman kemitraan dan penyejajaran yang termanifestasi dalam dinamika sosial masyarakat.
Dalam sebuah penyelenggaraan Pendidikan Tinggi tentu harus menyesuaikan dengan kompetensi kebutuhan yang ada. Sehingga UU Guru dan Dosen mewajibkan untuk mengangkat dosen yang telah berstatus Strata 2 (S-2). Hal ini belum nampak di STIE Bima, meski penulis akui, ada beberapa dosen yang telah mencapai kompetensi itu, namun belum seimbang dengan kebutuhan akademika STIE Bima. Hal ini perlu segera diupayakan langkah kongkrit karena kompetisi dunia pendidikan seiring dengan perkembangan kehidupan manusia dunia. Kita tidak ingin dikatakan ‘Sarjana pengekor jaman”.
Sebuah lingkungan pendidikan sebut saja kampus STIE Bima, tentu haruis memiliki daya dukung literatur serta referensi yang cukup sesuai kejuruan yang ada. Selama ini buku-buku yang ada di perpustakaan lebih didominasi oleh buku-buku pengantar keilmuan. Belum nampak literatur pengembangan yang bermutu. Kiranya perlu dilakukan peningkatan judul-judul Buku yang menarik sehingga merangsang para Mahasiswa untuk lebih mendalami dinamika pemikiran yang kompleks.
Yang paling mendasar terlihat dan dirasai oleh masyarakat Kampus di STIE adalah kelemahan yang terjadi dalam diri organisasi kelembagaan STIE Bima itu sendiri. Kelemahan itu terdapat secara structural serta system mekanisme kerja manajemen (Coordination, Actuating Dan Controlling) kelemahan ini mempengaruhi system administrasi serta dapat mempengaruhi aspek-aspek lainnya.
Dalam persoalan ini, STIE Bima belum melakukan pembenahan yang memadai terkait re-organizing kebutuhan kondisi internal roda kampus. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) perlu untuk selalu dihidupkan. Karena barometer eksistensitas kampus secara politis adalah ketika UKM seperti BEM hidup dan berdinamika. Kondisi ini menentukan paradigma kehidupan serta warna kampus itu sendiri. Kevakuman UKM kampus akan berimbas pada apatisme dan skeptisme mahasiswa yang notabene merupakan musuh terbesar bagi dunia Mahasiswa itu sendiri. Sehingga berdampak pada Out put STIE Bima pada dunia nyata (kehidupan sosial sebenarnya), yang penuh dengan dinamika sosial. Penulis hanya tidak ingin, Sarjana STIE dianggap sebagai ‘Sarjana Karbitan’.
Kondisi yang dijeaskan diatas juga akibat faktor minimnya inisiatif dan motifasi kepada mahasiswa untuk membangun dan membentuk kelompok-kelompok belajar, kelompok-kelompok diskusi ilmiah yang di sesuaikan dengan disiplin ilmu. Untuk terarah dan produktif-nya kegiatan ini, perlu untuk monitoring dan control oleh dosen yang di percaya. selanjutnya akan di kembangkan di ruang workshop atau seminar. Dengan kegiatan seperti ini di harapkan dapat menghasilkan tulisan-tulisan Ilmiah yang nantinya bisa di jadikan bahan penyusunan Jurnal mahasiswa dan tulisan-tulisan yang di hasilkan bisa mengisi kolom-kolom di surat kabar lokal.
Kekosongan juga terlihat, pada minimnya pelatihan-pelatihan. Pelatihan ini, seperti pelatihan-pelatihan tulisan ilmiah, pelatihan manajamen kepemimpinan mahasiswa atau lomba karya-karya ilmiah mahasiswa STIE Bima. Langkah ini merupakan upaya taktis sehubungan masih minimnya organisasi intra kampus sebagai wadah aktualisasi serta pengembangan integritas dan kapabilitas mahasiswa. Untuk merealisasikan dan mengisi kekosongan yang ada, terbesit harapan kita bersama, BEM sebagai lembaga representasi mahasiswa STIE Bima, bisa melirik dan merespons dengan baik harapan-harapan ini.
Bagian paling sulit dari mengajak orang lain berubah adalah mengkomunikasikan visi perubahan. Anda harus memaparkan visi Anda dan mengajak orang untuk berubah. Visi anda saja tidak cukup, Anda memerlukan kredibilitas. Ajaklah mereka dengan tidakan nyata. Mereka tidak membutuhkan khotbah tentang perubahan, tetapi contoh yang nyata. Semua orang akan tergerak dengan contoh nyata dari pada kata-kata tanpa bukti
-Jack Trout-
Secara pribadi penulis pun menyadari, bahwasannya untuk mewujudkan harapan-harapan itu, mewujudkan cita-cita besar, prestasi-prestasi besar, tentunya tidak semudah menangkap ikan emas dalam aquarium, tidak semudah membalikan terlapak tangan. Pastinya butuh  proses yang panjang dan tidak memakan waktu yang singkat, butuh kerja keras yang ulet, kerja sama yang konsisten, komunikatif, koordinatif dalam peran serta, tenaga, gagasan dan pemikiran dari semua komponen civitas akademika STIE Bima. Tetapi, Kita harus mencoba untuk memulainya dari sekarang, mulai mengajak untuk penyamaan perspektif, mulai mengkomunikasikan sebuah cita-cita, mengkomunikasikan perubahan dan harapan untuk menuju kepada STIE Bima yang lebih maju, lebih kompetitif dan modern.
Jika semuanya bisa kita laksanakan bersama dengan konsistensi. Dengan sendirinya, kita akan terdorong dan mengarah pada pengembangan ilmu pengetahuan dalam rangka mengisi dan berkontribusi positif ke arah kemajuan dalam upaya pembangunan daerah, bangsa dan Negara.
Ahirnnya Penulis mengucapkan :
Selamat Hari Ultah Untuk STIE Bima yang ke-10. Semoga tulisan sederhana di atas bisa menjadi Kado yang baik dan berisi untuk kemajuan STIE Bima ke depan. Jayalah STIE Bima.

*Penulis adalah Mahasiswa STIE Bima, Anggota Komunitas BABUJU,

2 komentar:

  1. Cantumkan nomor SK_BAN PT nya boss kalau memang sudh terakreditasi.

    BalasHapus
  2. semua kalangan menunggu kepastian bukan kata manis doank,jika telah terakreditasi,mohon cantumkan no SK BAN PT nya.

    BalasHapus

WISATA PANTAI KOLO

WISATA PANTAI KOLO

WISATA UMA LENGGE

WISATA UMA LENGGE

LAHAN PERTANIAN

LAHAN PERTANIAN